Gerakan Ekofeminisme Perempuan Muslimah Pesisir dalam Adaptasi Perubahan Iklim di Surabaya Jawa Timur

Ahmad Sihabul Millah

Abstract


Artikel ini akan mendeskripsikan asal-usul gerakan ekofeminisme perempuan muslimah pesisir dalam konservasi lingkungan dan bentuk-bentuk gerakan mereka dalam adapatasi perubahan Iklim di pantai Wonorejo Rungkut Surabaya. Untuk mengulas dua hal tersebut, peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal usul gerakan ekofeminisme perempuan pesisir dilarbelakangi dengan adanya abrasi pantai, penebangan mangrove yang masif, dan naiknya permukaan air laut. Bentuk-bentuk apatasi yang dilakukan gerakan ekofeminisme dalam konteks adapatasi perubahan iklim adalah sebagai berikut. Pertama, kepedulian untuk konservasi hutan mangrove. Kedua, penguatan soft skill (Capacity Buliding) dalam bentuk pelatihan-pelatihan diservikasi tanaman mangrove untuk dijadikan batik, sirup dan dodol, lerak, dan lain sebagainya. Ketiga, perempuan menjadi mandiri secara ekonomi dengan mendapatkan penghasilan tambahan dari diservikasi tanaman mangrove.

[This article will describe the origins of the ecofeminism movement by costal Muslim women in environmental conservation and the forms of their movement in climate change adaptation in coastal Wonorejo Rungkut Surabaya. To discus these problems, researcher use qualitative research with the case study. The research was conducted in the Village of Wonorejo, distric of Rungkut, Surabaya, East Java. The results showed that the origin of women’s ecofeminism movement were besed on coastal erosion, massive ilegal logging of mangrove and the rising of sea levels. The forms of adaption done by Muslim women in the context of adaptation to climate change were follows. The first doing was the care for the conservation of mangrove forests. The second adapatation was the strengthening of soft skills (Capacity building) in diversification of mangrove plants to be used as batik, syrup and dodol, lerak, and so forth. The third actions, women become economically independent by earning extra income from the diversification of mangroves.


Keywords


Ekofeminisme, Muslimah Pesisir, Adaptasi, Perubahan Iklim

Full Text:

PDF

References


Abdillah, Mujiyono. Agama Ramah Lingkungan Persepktif al-Qur’an,

Jakarta, Paramadina: 2001.

Ayumawari, 2012, Melestarkan Hutan Mangrove, dalam http:// ayuirmawati.

blogspot.com/ 2012/05/melestarikan-hutan-angrove_21.html

Gieddens, Anhony. Sociology, Oxford, Polity Press 1993.

Herypurba. (2012), Ekowisata Sebagai Penunjang Konservasi Mangrove, artikel http://herypurba-fst.web.unair.ac.id/artikel_detail-41615-Mangrove.

html

Keraf, Soni A. Etika Lingkungan, Jakarta : Kompas, 2010.

Meiviana, dkk. Bumi Makin Panas–Ancaman Perubahan Iklim di Indonesia,Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup (KLH RI), 2004.

Meliana, dkk. “Gerakan Lingkungan Hidup Dalam Menumbuhkan

Kesadaran Lingkungan Masyarakat Belitung”, dalam Jurnal PPKN

UNJ, Vol 1, No 2, 2013.

Mulyadi, Edi dan Fitriani, Nur. “Konservasi Hutan Mangrove

Sebagai Ekowisata”, dalam Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, UPN

Surabaya Vol. 2 No. 1, 2011.

Oxfam, Climite Adaptation Network, Jakarta: OXFAM, 2007.

Rahmasari, Lisda. “Strategi Adaptasi Perubahan Iklim bagi Masyarakat

Pesisir,” dalam Jurnal Sains dan Teknologi ARITIM, 10 (1), 2011.

Rohmawati, S.. Kuspriyanto, Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya

Pelestarian Hutan Mangrove Di Kelurahan Wonorejo Kecamatan

Rungkut Surabaya, Surabaya: FIS Unesa, 2012.

Suharko, “Gerakan Sosial Baru di Indonesia: Repertoar Gerakan Petani”,

dalam Jurnal Fisipol UGM, Vol. 10, No. 1, Juli 2006.

Surat harian kompas, Senin 5 April 2010.

Tong, Rosemarie Putnam, Feminist Thought, terj. Aquarini Priyatna

Prabasmoro, Yogyakarta: Jalasutra, 2004.

UNDP, Sisi Lain Perubahan Iklim; Mengapa Indonesia Harus Beradaptasi

untuk Melindungi Rakyat Miskinnya, Jakarta: UNDP Indonesia 2007.

Yin, Robert, K. Studi Kasus: Desain dan Metode, terj. M.Djauzi Muzakir,

Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Wawancara dengan Bapak Ardi di Kawasan Pesisir Pantai Wonorejo

Rungkut Surabaya, pada tanggal 22 November 2015.

Wawancara dengan Bapak Joko (Pengelola Ekowisata Mangrove) di

Wonorejo Rungkut Surabaya pada tanggal 22 November 2013.

Wawancara dengan Ibu Lilis (pengusaha batik mangrove Seru) di Wonorejo Rungkut Surabaya, pada Rabu 21 Oktober 2015.

Wawancara dengan Ibu Nanik (Pengrajin Batik Motif Mangrove) di

Wonorejo Rungkut Surabaya pada tanggal 20 Oktober 2015.

Wawancara dengan Ibu Sunarti di Wonorejo Rungkut Surabaya, pada

Rabu 21 Oktober 2015.






View My Stats