IMPLEMENTASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI PESANTREN

Kemas Abdurrahman

Abstract


Condition of educational facilities and infrastructure in Islamic boarding schools (pesantren) is generally built in very simple way. Facilities and infrastructure are sometimes enough, but not supported by adequate utilization and organization. There is also Islamic boarding school that does not care with the affairs of facilities and infrastructure. The important thing is process of learning can take place, and the students (santri) can interact with teachers, even in simple situation. Educational facilities in Islamic boarding schools should get more attention. Islamic boarding school (Pesantren) requires or uses not only learning rooms, but also other supporting facilities required by santri, such as dormitories, library, meeting room, praying room, and other infrastructures. The facility and infrastructure management includes urgent problem because it relates directly to the teaching and learning activities and is to be an interacting room between students (santri) and teachers.

Keywords


manajemen, pesantren, sarana dan prasarana

Full Text:

PDF

References


Anonim. (1971). Al-Quran dan Terjemahnya. Departemen Agama RI.

DePorter, Bobby, dan Mike Hernacki. (1999). Quantum Learning; Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. (Terjemah). Bandung: Kaifa.

Effendi, Muchtar. (1996). Manajemen; Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam. Jakarta : Bharata.

Faisal, Yusuf Amir. (1995). Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta: GIP

Gazalba, Sindi. (1991). Pesantren Sebagai Wadah Komunikasi. Jakarta: Depdikbud.

Hasbullah. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Hasbullah. (1999). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Horikoshi, Hiroko.(1987). Kyai Dan Perubahan Sosial. Jakarta: P3M.

Hills, Philip James. (1982). A Dictionary of Education (Ed.). London: Routledge & Kegan Paul.

Indrafachrudi, Soekarto. (1993). Mengantar Bagaimana Memimpin Sekolah yang Baik. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Karya, Soekarno. (1998). Ensiklopedi Mini Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Logos

Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Navis, A.A.(1996). Filsafat Dan Strategi Pendidikan M.Syafei. Jakarta: Grasindo.

Nawawi,Hadari,dkk.(1986). Administrasi Sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nawawi, Hadari, dan Martini Hadari. (2000). Kepemimpinan yang Efektif.

Yogyakarta: Gajah Mada University.

Rahardjo, M. Dawam (ed).(1985). Pergulatan Dunia Pesantren; Membangun dari Bawah. Jakarta: P3M.

Siagian,Sondang P. (1989). Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta: Bina Aksara.

Soetopo, Hendyat. (1998). Administrasi Pendidikan. Malang: IKIP.

Soetopo, Hendyat, dan Wasty Soemanto.(tt). Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Sukarna. (1990). Kepemimpinan dalam Administrasi. Bandung: Mandar Maju.

Sutisna, Oteng. (1993). Administrasi Pendidikan; Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung; Angkasa.

Thoha, Miftah. (1995). Kepemimpinan dalam Manajemen, Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: Rajawali Pers.

Thoha, Miftah. (1992). Perilaku Organisasi; Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : Rajawali Pers.

Tilaar, H.A.R. (1998). Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wahjoetomo. (1997). Perguruan Tinggi Pesantren Alternatif Masa Depan. Jakarta: GIP.

Yunus, Mahmud. (1986). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Hidakarya Agung.

Ziemek, Manfred. (1986). Pesantren dalam Perubahan Sosial (Terjemah). Jakarta: P3M.






View My Stats